PENDAHULUAN
Daya kecambah/ tenaga tumbuh adalah daya untuk berkecambah dinyatakan dengan banyaknya biji yang berkecambah dalam jangka waktu tertentu dan dinyatakan dalam (%). Dan ini menyatakan viabilitas dari penelitian tersebut. Waktu yang diperlukan untuk berkecamabah ini ternyata berbeda-beda untuk setiap jenis tanaman.
Penurunan daya
kecambah benih terjadi karena factor derajat keasaman dan factor gula yang
tinggi dalam ( pulp) . Ekstraksi dibuat untuk mempercepat perkecambahan dan
menghilangkan pulp buah kakao.
TINJAUAN
PUSTAKA
Perbanyakan tanaman secara generatif adalah perbanyakan tanaman dengan mengawinkan dua individu tanaman atau bagian dari individu yang terpisah sehingga menghasilkan individu baru yang memiliki campuran sifat kedua tanaman induknya. Perbanyakan generatif biasanya dilakukan dengan spora tau benih.
Keuntungan yang diperoleh dari perbanyakan generatif adalah sebgai berikut :
- Merupakana cara perbanyakan tanaman yang paling muirah, murah seta tidak memrlukan tenaga ahli.
- Biasanya menghasilkan tanaman yang lebih sehat, produkrif dan daya hidupnya lebih lama.
- Memungkinkan adanya perbaikan-perbaikan lewat persilangan baru
- Menghasilkan tanaman yang berakar tunggang dalam sehingga tahan terhadap bahaya kekeringan, banjir, dan tahan rebah. Bibit kakao sebagai bahan tanaman kakao dapat dibiakkan dengan biji, okulasi, cangkok dan stek, yang biasa digunakan adalah dengan biji, okulasi dan stek. Untuk mendapatkan bahan tanam yang sehat dan jagur benih yang digunakan sebaiknya digunakan dari pohon induk terpilih yang telah teruji kualitasnya. Biji yang digunakan untuk benih dari buah yang tua pada bagian tengah buah, yakni 2/3 bagian dari untaian biji. Biji bagian pangkal dan ujung tidak diikutsertakan sebagai bahan tanam .
Adanya keuntungan-keuntungan tersebut diatas maka beberapa jenis komuditi sesuai maksud dan tujuannya, perbanyakan tanaman secara generatif ini masih tetap dipertahankan. Sekalipun demikian keberhasilan perbanyakan generatif sangatlah dipengaruhi oleh mutu/kualitas benih.
Lambatanya
penuruanan daya kecambah/viabilitas benih di dalam buah sering dihubungakan
dengan. Dalam Pembibitan tanaman kakao yang
dilakukan dalam kantong plastik (polybag).namun sebelum dipindahkan ke dalam polybag terlebih
dahulu biji-biji tersebut dikecambahkan dalam bedengan persemaian. Benih
yang didederkan pada persemaian dalam keadaan tegak, dimana ujung biji tempat
tumbuh radikula ditegakkan di sebelah bawah. Jika keadaan lingkungan mendukung
pertumbuhan benih, maka benih tersebut akan berkecambah pada umur 4 – 5 hari
setelah pedederan, tetapi biji yang belum berkecambah masih dapat dibiarkan
selama 2 – 3 hari sebelum dibuang sebagai biji apkir bagi yang tidak tumbuh.
Sebaiknya menggunakan abu alang-alang kita akan menghilangkan pulp dari biji kakao bila kita akan mengecambahkan kakao sebab dengan mengunakan pulp yang lebih halus butirannya maka pulp yang menempel pada biji kakao akan lebih cepat lepas sehingga biji kakao akan cepat tumbuh dan berkembang. Sedangkan bagian buah yang baik untuk dikecambahkan adalah baian ujung sebab pada bagian ini suplai bakal tanaman muda telah siap dbandingkan dengan bagian tengah aau pangkal. Tetapi bagian ini tidak baik jika digunakan untuk bibit sebab bagian ini kurang bagus untuk hasil tanaman. Meskipun pertumbuhan awalnya baik tetapi bagian ini tidak baik untuk dijadikan bibit. Dari hasil bahwa tanaman kakao (benih kakao) yang diperlakukan dengan beberapa jenis abu sangat berbeda. Abu yang digunakan pada praktikum ini adalah abu alang-alang, abu dapur dan abu sekam. Sedangkan bahan tanam yang digunakan berasal dari tiga bagian buah kakao yaitu bagian pangkal, bagian tengah dan bagian ujung.
Pada perlakuan kontrol, biji kakao tidak diperlakukan apa-apa sehingga pulp yang terdapat pada biji kakao tetap ada akibatnya biji kakao yang dikecambahkan akan lama mengeluarkan kecambah. Peristiwa ini terjadi karena pulp yang membungkus biji mempunyai suatu rekatan yang apabila mengering dapat melengketkan dengan biji kakao sehingga biji kakao lama berkecambah. Pulp kakao ini juga mengandung rasa yang agak manis sehingga akan mengundang serangga untuk mengerogoti biji kakao akibatnya banyak biji kakao yang tidak tumbuh.
Untuk sumber biji yang berasal dari bagian buah juga berpengaruh terhapa tingggi tanaman. Pada data diatas dapat dilihat bahwa tingi tanaman tertinggi diterdapat pada bii yang berasal dari ung buah hal ini dikarenakan pda bagian ujung buah, biji tanaman lebih cepat tuanya dibandingkan pada bagian awal karena pembentukan biji yang paling awal adalah bagian ujung dahulu kemudian bagian awal. Sedangkan tinggi tanaman terendah terdapat pada biji yang berasal dari bagian pangkal hal ini terjadi karena buah bagian pangkal terjadinya lebih belakangan sehingga tuanya benih juga lebih lambat dan ini akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.
Sebaiknya menggunakan abu alang-alang kita akan menghilangkan pulp dari biji kakao bila kita akan mengecambahkan kakao sebab dengan mengunakan pulp yang lebih halus butirannya maka pulp yang menempel pada biji kakao akan lebih cepat lepas sehingga biji kakao akan cepat tumbuh dan berkembang. Sedangkan bagian buah yang baik untuk dikecambahkan adalah baian ujung sebab pada bagian ini suplai bakal tanaman muda telah siap dbandingkan dengan bagian tengah aau pangkal. Tetapi bagian ini tidak baik jika digunakan untuk bibit sebab bagian ini kurang bagus untuk hasil tanaman. Meskipun pertumbuhan awalnya baik tetapi bagian ini tidak baik untuk dijadikan bibit. Dari hasil bahwa tanaman kakao (benih kakao) yang diperlakukan dengan beberapa jenis abu sangat berbeda. Abu yang digunakan pada praktikum ini adalah abu alang-alang, abu dapur dan abu sekam. Sedangkan bahan tanam yang digunakan berasal dari tiga bagian buah kakao yaitu bagian pangkal, bagian tengah dan bagian ujung.
Pada perlakuan kontrol, biji kakao tidak diperlakukan apa-apa sehingga pulp yang terdapat pada biji kakao tetap ada akibatnya biji kakao yang dikecambahkan akan lama mengeluarkan kecambah. Peristiwa ini terjadi karena pulp yang membungkus biji mempunyai suatu rekatan yang apabila mengering dapat melengketkan dengan biji kakao sehingga biji kakao lama berkecambah. Pulp kakao ini juga mengandung rasa yang agak manis sehingga akan mengundang serangga untuk mengerogoti biji kakao akibatnya banyak biji kakao yang tidak tumbuh.
Untuk sumber biji yang berasal dari bagian buah juga berpengaruh terhapa tingggi tanaman. Pada data diatas dapat dilihat bahwa tingi tanaman tertinggi diterdapat pada bii yang berasal dari ung buah hal ini dikarenakan pda bagian ujung buah, biji tanaman lebih cepat tuanya dibandingkan pada bagian awal karena pembentukan biji yang paling awal adalah bagian ujung dahulu kemudian bagian awal. Sedangkan tinggi tanaman terendah terdapat pada biji yang berasal dari bagian pangkal hal ini terjadi karena buah bagian pangkal terjadinya lebih belakangan sehingga tuanya benih juga lebih lambat dan ini akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.
REFERENSI/DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2006. Profil singkat komoditi
Kakao. www.iccri.net. Download 1 mei 2012
Prasetyo, dkk. 2011. Penuntun praktikum
Budidaya Tanaman Tahunan. Laboratorium Agronomi UNIB, Bengkulu.
Rahardjo. P. 1981. Beberapa faktor yang
dapat berpengaruh terhadap daya tumbuh benih coklat. Menara Perkebunan.
Belum ada Komentar untuk "Perlakuan benih kakao sebelum dikecambahkan"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker