Agar bunga dapat bertahan lama atau
Cara merawat bunga Anggrek maka perlu dilakukan
pencegahan. Prinsip pencegahan ini meliputi penerapan kultur teknis dan
sanitasi untuk menciptakan kondisi yang dapat menekan perkembangan hama
dan penyakit. Langkah-langkah pencegahan hama dan penyakit yang perlu
dilakukan sebagai berikut.
- Lakukan penyiraman bila diperlukan. Air diperlukan sebagai pelarut
dalam proses fotosintesis, berperan dalam mempertahankan turgor, dan
pengatur suhu dalam jaringan tanaman. Pada umumnya, tanaman anggrek
membutuhkan kelembaban tinggi, tetapi bukan berarti membutuhkan
penyiraman air yang banyak, karena kalau terlalu banyak justru akan
merangsang pertumbunhan bakteri penyebab busuk hitam atau busuk lunak.
Air yang menggenang di ketiak daun membuat pertumbuhan patogen lebih
baik sehingga dapat menimbulkan penyakit. Penyiraman yang baik yaitu
pada pagi hari sebelum matahari terbit (06.00-07.00) dan sore hari
sesudah matahari terbenam (17.00-18.00). Air siraman disemprotkan pada
seluruh bagian tanman, terutama bagian bawah permukaan daun. Air bekas
cucian beras dapat digunakan untuk menyiram atau memupuk tanaman
anggrek. Air tersebut mengandung vitamin dan hidrat arang yang sangat
bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman anggrek.
- Perhatikan media tumbuh angrek. Media tumbuh yang baik harus
memenuhi beberapa persyaratan, antara lain mampu mengikat/ menyimpan air
dan hara secara baik, mempunyai aerasi dan drainase yang baik, tidak
mudah lapuk, tidak menjadi sumber penyakit, dan mudah diperoleh dalam
jumlah yang diharapkan. Media tumbuh yang mempunyai banyk rongga memberi
peluang bagi akar untuk tumbuh dan berkembang ke segala arah karena
akar mendapatkan banyak oksigen.
- Sterilkan alat-alat seperti pisau atau gunting stek dengan alkohol 70% atau desinfektan lainnya setiap kali akan digunakan.
- Karantinakan tanaman baru selama 2 - 3 bulan atau sampai benar-benar
sehat. Caranya adalah tanaman tersebut diisolasi atau dipisahkan dari
tanaman lainnya dan dipelihara secara intensif dengan cara disiram
sesuai kebutuhan; diberi pupuk secara teratur dua kali seminggu sesuai
dosis anjuran; disemprot dengan pestisida seperti insektisida,
fungisida, dan bakterisida sesuai dosis anjuran sampai tanaman tersebut
benar-benar sehat. Tanda sudah sehat adalah pada tanaman tersebut
terbentuk tunas-tunas baru yang kuat dan sehat.
- Sterilkan media tumbuh sebelum digunakan dengan uap/air panas, fumigan, atau direndam dalam pestisida.
- Singkirkan atau isolasikan tanaman yang diketahui atau dicurigai terserang penyakit.
- Buang tanaman atau bagian tanaman yang sakit.
- Lakukan pencegahan penyakit dengan penyemprotan fungisida dan
bakterisida. Fungisida yang dpat diberikan seperti Benlate, Dithane
M-45, Difolatan, Antracol, atau Daconil dengan dosis yang dapat
diberikan misalnya Agrept, Cuprocide -45, dan Dimanin dengan dosis
0.1-0.2% seminggu sekali atau sesuai dosis anjuran.
- Lakukan pencegahan hama seperti serangga, kutu, ulat dan semut
dengan penyemprotan insektisida seperti Kelthane, Orthane, Bayrusil, dan
Malathion dengan dosis 0.1-0.1% seminggu sekali atau sesuai dosis
anjuran. Selain itu pengendalian terhadap hama yang menyerang anggrek
dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu;
- Mekanis, dilakukan bila serangan hama masih dalam jumlah terbatas,
misalnya: pengendalian secara mekanis untuk kumbang gajah dilakukan pada
pagi dan sore hari. Caranya: Kumbang (atau mungkin juga keong) yang
menyerang, ditangkap dan dipindahkan jauh-jauh (kalau tidak tega untuk
memusnahkan).
- Sanitasi, dilakukan dengan cara membersihkan lingkungan, terutama
dari sampah dan gulma, karena cara ini dapat mengurangi keberadaan keong
berumah, keong telanjang, atau keong setengah telanjang.
- Kimiawi, yaitu dengan menggunakan pestisida. Namun penggunaan harus
tepat dan sesuai dengan organisme pengganggu yang akan dikendalikan.
Beberrapa jenis pestisida antara lain;
- insektisida untuk mengendalikan hama serangga.
- akarisida untuk mengendalikan hama tungau,
- molusida untuk mengendalikan hama keong.
- fungisida untuk mengendalikan cendawan
- bakterisida untuk mengendalikan bakteri.
- Pemupukan. Proses pembungaan pada tanaman sangat tergantung pada
pertumbuhan vegetatif. Bunga terbentuk pada saat pertumbuhan vegetatif
menurun atau terhenti. Peralihan pertumbuhan dari fase vegetatif ke fase
generatif ditandai dengan pertumbuhan tanaman yang semakin menurun.
Cara pemupukan yang efektif adalah melalui daun, yaitu dengan
menyrmportkan pupuk ke seluruh baigan tanaman terutama bagian bawah
permukaan daun. Hal ini dikarenakan daun mampu menyerap sebagian besar
pupuk yang diberikan, sedangkan akar hanya mampu menyerap sedikit pupuk
yang diberikan. Waktunya sama dengan waktu penyiraman, pagi 06.00-07.00
atau sore 17.00-18.00.
- Repotting. Bagi anggrek yang terus meninggi dan masih rajin
berbunga, tidak perlu di repotting (mengganti pot) karena kemungkinan
sifat genetik atau sifat bawaannya seperti itu. Namun ada beberap sifat
tanaman anggrek yang harus segera di repotting, seperti:
- Telah cukup tinggi dan penuh berdesakan. Menurut sifat dan pola
pertumbuhannya, anggrek monopodial akan tumbuh meninggi tanpa batas
sehingga akar dan batangnya tidak mampu menyangga tanaman tersebut.
Dalam keadaan seperti itu tanman perlu di repotting. Berbeda dengan pola
pertumbuhan anggrek tipe simpodial yang pertumbuhan keatasnya terbatas.
- Media tumbuh talah hancur, termakan usia sehingga mendia telah mengalami dekomposisi.
- Media tumbuh terserang hama dan penyakit.
Tanaman hias
try
BalasHapus