BAB I . PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dalam
kehidupan organisme, baik hewan maupun tumbuhan mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Pertumbuhan adalah peningkatan ukuran yang bersifat permanen
(tetap) dan tidak dapat balik (irreversible), sedangkan perkembangan adalah
proses perubahan dalam bentuk.
Pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme seperti tumbuhan tidak lepas dari beberapa factor penting yaitu suhu, cahaya, ketersediaan air dan lain-lain. Air merupakan salah satu factor penting yang sangat berpengaruh pada tanaman. Jika ketersediaan air tidak mencukupi tanaman maka pertumbuhan tanaman tersebut akan sulit. Air juga dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis dan transpirasi.
Pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme seperti tumbuhan tidak lepas dari beberapa factor penting yaitu suhu, cahaya, ketersediaan air dan lain-lain. Air merupakan salah satu factor penting yang sangat berpengaruh pada tanaman. Jika ketersediaan air tidak mencukupi tanaman maka pertumbuhan tanaman tersebut akan sulit. Air juga dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis dan transpirasi.
Air
merupakan faktor lingkungan yang penting, semua organisme hidup memerlukan
kehadiran air ini. Perlu dipahami bahwa jumlah air di sistem bumi kita ini
adalah terbatas dan dapat berubah-ubah akibat proses sirkulasinya. Pengeringan
bumi sulit untuk terjadi akibat adanya siklus melalui hujan, aliran air,
transpirasi dan evaporasi yang berlangsung secara terus menerus. Bagi tumbuhan
air adalah penting karena dapat langsung mempengaruhi kehidupannya. Bahkan air
sebagai bagian dari faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan perubahan struktur dan organ tumbuhan.
.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
Air
mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tanaman. Salah satu fungsi air bagi
tanaman adalah untuk mengatur suhu tubuh tanaman melalui proses transpirasi.
Ketika tanaman menerima sinar matahari, tanaman dapat memproduksi pangan
melalui proses fotosintesis. Namun demikian, selain memberikan manfaat bagi tanaman
melalui proses fotosintesis, cahaya mathari juga menyebabkan meningkatnya suhu
tanaman. Agar peningkatan suhu oleh sinar matahari tidak mencapai tingkat yang
membahayakan bagi tanaman, maka tanaman mengatur suhu tubuhnya melalui proses
tanspirasi. Pada transpirasi, air keluar dari tubuh tanaman melalui stomata.
Bersamaan dengan keluarnya air, terjadi pembuangan energy panas dari tubuh
tanaman. Dengan demikian taman dapat menjaga suhu tubuhnya pada tingkat yang
aman secara fisilogis. Jika pembuangan energy melalui transpirasi ini tidak
berjalan sebagaimana mestinya, maka akan terjadi penumpukan energy panas pada
tubuh tanaman. Hal ini sangat berbahaya bagi
tanaman karena suhu yang terlalu tinggi pada tubuh tanaman dapat
menyebabka rusaknya organ sel, sel, dan jaringan tanaman. Di dalam tubuh
tanaman, air bergerak melalui sebuah jaringan pengangkut.
Air merupakan faktor
lingkungan yang penting, semua organisme hidup memerlukan kehadiran air ini.
Perlu dipahami bahwa jumlah air di sistem bumi kita ini adalah terbatas dan
dapat berubah-ubah akibat proses sirkulasinya. Pengeringan bumi sulit untuk
terjadi akibat adanya siklus melalui hujan, aliran air, transpirasi dan
evaporasi yang berlangsung secara terus menerus. Bagi tumbuhan air adalah
penting karena dapat langsung mempengaruhi kehidupannya. Bahkan air sebagai
bagian dari faktor iklim yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan
perubahan struktur dan organ tumbuhan. Untuk lebih rinci perhatikan peranan air
bagi tumbuhan di bawah ini :
a. Struktur Tumbuhan.
Air merupakan bagian terbesar pembentuk jaringan dari semua makhluk hidup (tak
terkecuali tumbuhan). Antara 40% sampai 60% dari berat segar pohon terdiri dari
air, dan bagi tumbuhan herba jumlahnya mungkin akan mencapai 90%. Cairan yang
mengisi sel akan mampu menjaga substansi itu untuk berada dalam keadaan yang
tepat untuk berfungsi metabolisma.
b. Sebagai Penunjang.
Tumbuhan memerlukan air untuk penunjang jaringan-jaringan yang tidak berkayu.
Apabila sel-sel jaringan ini mempunyai cukup air maka sel-sel ini akan berada
dalam keadaan kukuh. Tekanan yang diciptakan oleh kehadiran air dalam sel
disebut tekanan turgor dan sel akan menjadi mengembang, dan apabila jumlah air
tidak memadai maka tekanan turgor berkurang dan isi sel akan mengerut dan terjadilah
plasmolisis.
c. Alat Angkut.
Tumbuhan memanfaatkan air sebagai alat untuk mengangkut materi disekitar
tubuhnya. Nutrisi masuk melalaui akar dan bergerak ke bagian tumbuhan lainnya
sebagai substansi yang terlarut dalam air. Demikian juga karbohidrat yang
dibentuk di daun diangkut ke jaringan-jaringan lainnya yang tidak
berfotosintesis dengan cara yang sama.
d. Pendingin.
Kehilangan air dari tumbuhan oleh transpirasi akan mendinginkan tubuhnya dan
menjaga dari pemanasan yang berlebihan. Masuknya Air dalam TumbuhanØTumbuhan
umumnya menyerap/ mengisap air tanah oleh sistem akarnya, meskipun pada
beberapa tumbuhan sederhana seperti lumut kerak dan lumut daun mampu menyerap
air dari sekitarnya secara langsung. Air memasuki akar melalui bulu-bulu akar
yang sangat halus yang berada seitar 6 mm setelah tudung akar. Sistem bulu akar
ini memperluas permukaan aktif yang mampu menyerap air, dan secara terus
menerus diperbaharui sesuai dengan pertumbuhan akar menembus tanah.
Pergerakan
Air dalam Tumbuhan
Dalam tumbuhan
paku-pakuan dan juga dalam spermatofita air bergerak melalui jaringan khusus
yang disebut xylem, yang strukturnya sangat berbeda-beda tergantung pada
pengelompokannya, yang secara umum bersamaan dengan bentuk tabung. Air didorong
naik sebagian akibat daya kapiler, tetapi sebagian besar bergerak anik akibat
perbedaan terkanan antar daun dengan akar yang akan menghasilkan aliran yang
terus-menerus melalui tumbuhan. Dalam tumbuhan yang tidak mempunyai jaringan
xylem air diangkut ke seluruh tubuh oleh proses osmosis.
Bagaimana
air meninggalkan tumbuhan
Umumnya air yang
masuk ke tanah dan tumbuhan akan hilang melalui proses penguapan, dan hanya 2%
air yang diserap oleh akar akan dipakai membentuk lebih banyak materi tumbuhan.
Pada prinsipnya air akan meninggalkan tumbuhan melalui tiga cara:
·
Transpiransi,
yaitu bagian yang paling utama dari kehilangan air ini. Dalam daun air akan
diuapkan dari dinding sel ke ruang antar sel. Dari sini didifusikan ke luar ke
udara melalui lubang kecil di daun yang disebut stomata/ mulut daun.
Mulut-mulut daun ini akan terbuka pada siang hari dan menutup pada malam hari.
Fungsi utamanya adalah memberi kemungkinana untuk erjadinya pertukaran gas
antara tumbuhan dengan udara.
·
Penguapan
Kutikula, sebagaian air mungkin menguap melalui kutikula dari daun atau tngkai.
Dan hanya sebagian kecil air hilang dengna cara ini, umumnya kurang dari 10%
dari total kehilangan air.
·
Gutasi,
di daerah yang lembab kehilangan air akibat penguapan adalah terlalu sulit.
Untuk tumbuhan yang hidup pada habitat ini mempunyai lubang pada ujung dari
xylem dari daun sebagai adaptasi morfologi dan fisiologi. Lubang ini dikenal
dengan hidatoda, yang memungkinkan air menetes langsung keluar dari daun.
Laju Kehilangan Air
Jumlah
air yang diperlukan oleh tumbuhan dan konsekuensinya daya toleransi terhadap
lingkungan adalah ditentukan utamanya oleh laju kehilangan air, yang harganya
tidak saja dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tetapi juga oleh keadaan
tumbuhan itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Chairani. 2011. Laporan Praktikum
Fisiologi Tumbuhan. Diakses 8 november 2011 di http://chachichu-chairani.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum-fisiologi-tumbuhan.html
Dwidjuseptutro, D. 1985. Penghantar Fisiologi Tumbuhan. Pt.
Gremedia. Jakarta.
Grander, Pearce dan R.L. Mithell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia. Jakarta.
Salisbury, frank B dan Ross, Clean W.
1995. Fisiologi Tumbuhan jilid 2.
ITB. Bandung.
Suharjo, U.K.J. 2011. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Fisiologi
Tanaman. Bengkulu: laboratorium agronomi fakultas pertanian universitas
Bengkulu.
Belum ada Komentar untuk "HUBUNGAN AIR DAN TANAMAN"
Posting Komentar
Catatan Untuk Para Jejaker